Siang hari kemarin, Senin, 2 Oktober 2009 saya masuk ke kelas 9B yang terdiri dari 32 anyak. Seperti kebiasaan yang sudah berjalan, bahwa ketika bel berbunyi tanda ganti jam pelajaran sebelum saya masuk kelas, maka seluruh PR harus sudah dikerjakan anyak-anyak yang nomor presensinya tanggal hari itu (2), kemudian untuk nomor berikutnya adalah nomor presensi hari itu + bulannya (11) = 13.
Namun ketika aku masuk kelas, baru satu soal yang dikerjakan, sehingga aku dibuatnya menganggur menunggui anyak selanjutnya untuk mengerjakan. Kugunakan waktu untuk berkeliling kelas mengecek PR anyak-anyak. Wal hasil apa sodara-sodara? Hampir tidak ada anyak nyang mengerjakan PRnya, padahal PRnya hanya 2 soal son. Hanya sebagian kecil saja yang mengerjakan dengan lengkap.
Maka dari itu, 2 jam pelajaran berjalan saya tidak menambah materi, namun justru harus ngomyang memberikan banyak nasehat duluan.
Akhirnya bener, bahwa saya selama hampir 2 jam kugunakan untuk ngomyang anyak-anyak yang notabene bulan Desember nanti sudah harus mengikuti Ulangan Semester I dan sekitar bulan April 2010 harus sudah Ujian Nasional.
Tak ada siswa yang ku hukum, hanya kemungkinan besar besok pada pertemuan berikutnya jika hal itu dilakukan kembali, maka lebih baik saya diganti guru yang satunya saja, padahal saya menghajarnya anyak-anyak sangat pelan, sabar, melayani hampir semua anyak yang kemampuannya rendah maupun tinggi, namun sepertinya anyak-anyak itu mimang belon sadar bahwa apa yang akan mereka hadapi besok adalah sesuatu yang sangat pelik bin sulit, iaitu Ujian Nasional.
Anyak-anyak sekarang mimang parah ya kawan. Model pembelajaran dengan berbagai model sudah kucoba, termasuk memperbanyak senyum, memuji, tertawa, tidak menghukum dengan hukuman yang berat, karena saya ingin anyak-anyak itu tumbuh kepercayaan dirinya. Namun nampaknya kepercayaan itu disalahgunakan.
Hmmm… anyak sekarang mimang lebih parah ya kawan… Salah satu faktornya adalah kemalasan. Mereka ternyata lebih banyak menghadapi layar kaca alias tipi daripada layar kertas alias buku. Kalau boleh saya gambarkan: Menghadapi layar kaca 2 jam I Love U full tidak pernah ada kantuknya, namun bejitu dia melihat layar kertas, baru 5 menit sudah angop 10 kali.
WELEH-WELEH TENAN KOK IKI SON. 
DIarsipkan di bawah: Curhat, INGAT, Pelajaran, kisah nyata | Ditandai: perilaku pelajar, perilaku siswa ketika diberi PR matematika, sikap siswa dalam menghadapi pelajaran matematika | 13 Komentar »