
Azi, Muna, Ata, Jundi
Sungguh malam nasibku, kejadian ini saat aku mau mengadakan sunatan Azi anyak pertamaxku. Hanya gara-gara ingin membuat selembar kertas tentang tanda syukuran khitanane Azi, diriku dibuat kelabakan tidak karuan.
Pertamax : Khitannya kan hari Selasa, 23 Juni 2009. Nah malem sebelumnya itu kertas sudah kubuat di laptop, namun belum sempat kucetak.
Keduax : Malem Selasanya aku masih di kos, dan ingin mencetak. Wealah, aku sendiri belum punya printer, akhirnya kucoba ke tempat pak Carik yang biasa ku dolani n ngeprin di sana, ternyata printer beliaunya masih di tempat reparasi karena hari sebelumnya sempat rusak. Padahal hari sudah menjelang maghrib dan aku harus mudik ke rumah.
Ketigax : Kucoba ke tempat mas Taufik yang rental komputer, ee ternyata rumahnya sudah pindahan.
Keempax : Kucoba ke SMPku, dari 4 komputer di TU, ternyata 3 komputer ada passwordnya padahal aku nggak tahu passwordnya, namun ada printernya. Nah giliran komputer yang ke-4, ee ternyata nggak ada lubang flashdisknya. Akhirnya nggak jadi ngeprin di sana, apalagi jam sudah pukul 18.30.
Kelimax : Terpaksa deh aku ke tempat mas Eko yang di Boja (15 km) dari kosku sambil pulang. Namun setelah sampai di sana, “Mas mau rental pakai flasdisk”, ternyata flasdiskku harus di cek virusnya. Sialnya 30 menit dari pukul 19.30 aku harus menanti cek virusnya. Barulah pada pukul 20.15, aku bisa pulang melewati hutan jati, sepi, ngeri, dengan lebar jalan aspal yang hanya 3 meter itu hampir ada 20 km kulalui, padahal sudah begitu malem. Akhirnya sampai juga di rumah.
DIarsipkan di bawah: @ku, Aku, Heboh, INGAT, Ngeblog, Pelajaran, aneh | Ditandai: aneh, kisah nyata, Jundi, khitan, sial, nasib, Azi, agak gila, Muna, Ata









































Akan lebih sial kalo aku nggak komeng pertamax sambil merayakan kesialanku ini. Semoga tidak akan terulang kembali.
ya ndak sial tho mas.., itu namanya silaturahmi
dan melatih keuletan pak guru
Aku sih sudah terlalu terlatih mas, masalahnya waktunya itu lho, sudah malem mau pulang jarak 60 km je. Sendiri nyemot lagi
Malah akhir juli ini aku beruntung terus! ^^v
Syukurlah neng
Pertamax: ‘itu baru perjuangan namanya’
Keduaxx: ‘itu baru pengorbanan namanya’
ketigaxx: ’silahkan beli printer Mas’
hehehe… tak borong saking nekadte
selamat buat yg di sunat mas
Sudah dalam rencana ARTku mas. Sip
Jadi capex ya sesudah kelimax?
Terbayang saya, ngebayanginnya aja jadi ikutan capek he he. Btw UNS angkatan berapax Mas?
92 mas, melulusken 2000, sibuk jadi skription maker
wis kejawab mas pertanyaanku. Saya alumni UNS juga 90 cuma aku dihukum
. Salam. Tks.
Ya mas Arka, makasih, mat kenyal sesama alumni yah. Aku 92 kok.
Hehe…jangan mengeluh bos….

Dinikmati aja
hehe….
Yayaya, setubuh mas
setelah kesulitan selalu ada kemudahan.
inilah contoh pengorbanan ortu utk anak tersayang.
jadi mikir, pernah nggak ya saya merepotkan ortu sampai kayak gitu.
salam.
Iya bundo
nasib itu mas bukan takdir dan sial mungkin besok dapet komputer dan printernya.
masih banyak lho mas yang nasibnya lebih jelek dari kita yaitu tidak punya komputer, printer bahkan untuk makan aja cuma sekali.
ayo masih mau yang “keenamx???”
salam kenal..berkunjung yang mas.. maksih
Yap betull, mana blogmu mas?